07 Juni 2008

Mencegah Diabetes sejak dini dengan vit D

maaf ya ini saya sadur dari forum sebelah hehe....moga bermanfaat

SEBUAH temuan baru mengungkapkan konsumsi vitamin D dalam jumlah banyak entah itu dari suplemen atau paparan sinar matahari ternyata menurunkan risiko menderita diabetes tipe 1 pada anak-anak.

Para ilmuwan di Universitas California, San Diego menganalisa rata-rata insiden tipe 1 diabetes dan menemukan populasi yang hidup di dekat equator--sehingga paparan sinar matahari dapat diterima dengan cukup banyak--terhindar dari penyakit dibanding yang tinggal di wilayah yang jauh dari equator.

Paparan sinar matahari khususnya yang mengandung ultraviolet B (UVB) merupakan sumber vitamin D.

"Ini merupakan penelitian kami yang pertama yang menunjukkan bahwa kadar serum vitamin D yang lebih tinggi terkait dengan menurunnya insiden tipe 1 diabetes," jelsa Dr. Cedric f Garland PhD dari Moores Cancer Center di Universitas of California, San Diego.

"Riset ini menunjukkan bahwa tipe diabetes 1 pada anak sebenarnya dapat dicegah dengan konsumsi vitamin D3 (1000 IU per hari), atau berjemur di bawah paparan sinar matahari 5 hingga 10 menit di pagi hari di saat cuaca bagus," jelas Garland.

"Bayi-bayi di bawah usia setahun sebaiknya tidak diberi suplementasi lebih dari 400 IU per hari tanpa konsultasi dengan dokter. Topi dan kacamata perlu diberikan pada anak-anak di usia ini apalagi bila si kecil cukup sensitif dengan sinar mentari," ucap Garland.

Garland dan kolega yang mempublikasikan penelitiannya dalam Jurnal Diabetologia menyatakan agar pejabat layanan kesehatan masyarakat segera melakukan tindakan untuk meningkatkan konsumsi vitamin D di antara anak-anak di seluruh Amerika Serikat. "Penelitian ini menunjukkan bahwa diabetes tipe 1 dapat dicegah. Dengan mencegahnya kita dapat mengurangi konsekuensi yang lebih jauh lagi," kata Garland.

Diabetes tipe 1 kerapkali diderita anak setelah asma. Sekitar 1,5 juta penduduk Amerika mengidapnya dan 15000 kasus baru muncul setiap tahun. Penyakit ini merupakan penyebab utama kebutaan pada anak muda dan orang dewasa muda juga menjadi penyebab gagal ginjal.

22 Mei 2008

Manfaat Mengetahui Golongan Darah

Maaf ya ini masih diambil dari forum tetangga ... siapa tahu masih berguna

Ketika orang bertanya, "Golongan darahnya apa?" kemudian jawabannya bisa golongan darah A, B, AB atau O. Sebenarnya apa sih golongan darah dan perlunya kita mengetahui golongan darah kita?

Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dengan kata lain, golongan darah ditentukan oleh jumlah zat (kemudian disebut antigen) yang terkandung di dalam sel darah merah.

Ada dua jenis penggolongan darah yang paling penting, yaitu penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Selain sistem ABO dan Rh, masih ada lagi macam penggolongan darah lain yang ditentukan berdasarkan antigen yang terkandung dalam sel darah merah. Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai.

Salah satunya Diego positif yang ditemukan hanya pada orang Asia Selatan dan pribumi Amerika. Dari sistem MNS didapat golongan darah M, N dan MN yang berguna untuk tes kesuburan. Duffy negatif yang ditemukan di populasi Afrika. Sistem Lutherans mendeskripsikan satu set 21 antigen.

Dan sistem lainnya meliputi Colton, Kell, Kidd, Lewis, Landsteiner-Wiener, P, Yt atau Cartwright, XG, Scianna, Dombrock, Chido/ Rodgers, Kx, Gerbich, Cromer, Knops, Indian, Ok, Raph dan JMH.

Karl Landsteiner, seorang ilmuwan asal Austria yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam sistem ABO pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan sederhana ini pun dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor.
Hasilnya adalah dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan darah A dan dan satu macam tanpa reaksi (tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O). Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.

Kemudian Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli yang masih kolega dari Landsteiner menemukan golongan darah AB pada tahun 1901. Pada golongan darah AB, kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi.

Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.

Rhesus Faktor
Rh atau Rhesus (juga biasa disebut Rhesus Faktor) pertama sekali ditemukan pada tahun 1940 oleh Landsteiner dan Weiner. Dinamakan rhesus karena dalam riset digunakan darah kera rhesus (Macaca mulatta), salah satu spesies kera yang paling banyak dijumpai di India dan Cina.
Pada sistem ABO, yang menentukan golongan darah adalah antigen A dan B, sedangkan pada Rh faktor, golongan darah ditentukan adalah antigen Rh (dikenal juga sebagai antigen D).

Jika hasil tes darah di laboratorium seseorang dinyatakan tidak memiliki antigen Rh, maka ia memiliki darah dengan Rh negatif (Rh), sebaliknya bila ditemukan antigen Rh pada pemeriksaan, maka ia memiliki darah dengan Rh positif (Rh+).

Penting Untuk Transfusi
Transfusi darah adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Transfusi darah berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah besar disebabkan trauma, operasi, syok dan tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah.
Singkatnya berdasarkan panduan dari apa yang telah dilakukan oleh Landsteiner, pada 1907 sejarah mencatat kesuksesan transfusi darah pertama yang dilakukan oleh Dr. Reuben Ottenberg di Mt. Sinai Hospital, New York.

Berkat keahlian Landsteiner pula banyak nyawa dapat diselamatkan dari kematian saat terjadi Perang Dunia I, dimana transfusi darah dalam skala lebih besar mulai dilakukan. Kemudian, Karl Landsteiner memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.

Dalam transfusi darah, kecocokan antara darah donor (penyumbang) dan resipien (penerima) adalah sangat penting. Darah donor dan resipien harus sesuai golongannya berdasarkan sistem ABO dan Rhesus faktor.
Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian. Hemolisis adalah penguraian sel darah merah dimana hemoglobin akan terpisah dari eritrosit.

Pemilik rhesus negatif tidak boleh ditransfusi dengan darah rhesus positif. Jika dua jenis golongan darah ini saling bertemu, dipastikan akan terjadi perang. Sistem pertahanan tubuh resipien (penerima donor) akan menganggap rhesus dari donor itu sebagai benda asing yang perlu dilawan. Di dunia, pemilik darah rhesus negatif termasuk minoritas

Tangan Dapat Memprediksi Kesehatan

Ini dapet dari forum tetangga, boleh percaya boleh gak nih ....

Tangan dapat memprediksi kesehatan tubuh dan penyakit. Misalnya, telapak tangan terasa panas dan keluar keringat, itu adalah gejala hipertiroid, Bintik merah di telapak tangan, ini adalah gejala penyakit diabetes atau hepatitis, Ujung jari pucat pertanda gangguan pada aliran darah, sendi jari bengkak pertanda asam kemih tinggi, gout (penyakit tulang semacam encok), bintil putih di punggung tangan pertanda kolesterol tinggi, garis merah di tangan pertanda tekanan darah tinggi, penyakit encok atau penyakit jantung dan lain-lain.

Mengurut bagian yang tidak sama di sekitar tangan, dapat mencegah dan mengobati serta memperbaiki penyakit, baik bagi jasmani maupun rohani :

1. Mengurut pusat telapak tangan dapat membantu memperbaiki peredaran darah jantung dan paru-paru serta mencegah arteriosklerosis (pengerasan pembuluh nadi),

2. Meremas-remas ibu jari dapat merangsang fungsi saraf, menjaga keseimbangan asam alkali dalam cairan tubuh, mengobati penyakit hati,

3. Meremas-remas telunjuk dapat mengatur fungsi pada sistem pencernaan, memperkuat selera, baik bagi empedu, mengobati penyakit paru-paru,

4. Mengurut jari mati (jari tengah) dapat mencegah penyakit pembuluh darah otak dan jantung, mengobati penyakit jantung,

5. Mengurut jari manis dapat mengatur fungsi pada sistem saraf, meningkatkan kepekaan, mengobati penyakit limpa dan epilepsi,

6. Mengurut jari kelingking dapat memperkuat sistem pernapasan dan fungsi pada sistem saluran kemih, mencegah influenza dan mengobati penyakit infeksi lainnya serta penyakit ginjal.

7. Mengurut telapak tangan dapat mencegah sembelit, diare dan ambien. (Sumber : Dajiyuan)