ini saya dapat dari blog tetangga juga...hmm lagi2 blog tetangga ya he2..
tapi ini saya intisarikan saja tentu dengan tidak mengubah arti dan maksud yang terkandung didalamnya ...
6 langkah menuju keluarga sakinah ? ini dia langkahnya :
1. Kupilih potret keluarga Rosulullah
Dalam Al Qur’an itu sudah digambarkan potret – potret keluarga yang akan selalu hadir sampai bumi ini Qiyamat (Silahkan buka QS Al Lahab dan QS At Tahrim sebagai rujukannya). Apa saja potretnya :
a. Potret Suami dan Istri yang kompak ingkarnya. Suami kafir dan istri juga kafir. ( bukan karena pepatah jawa Surgo Melu neroko Katut). Diantara banyak nominasi yang ada, potret ini di menangkan oleh keluarga Abu Lahab dan Istrinya. Padahal hidup semasa dengan Nabi Muhammad, bahkan pamannya lagi. Berapa banyak mukjizat yang ia saksikan tapi tetap tidak membuatnya beriman. Bahkan lebih giat mengumpulkan kayu bakar buat di neraka.
b. Potret suami yang sholeh dan istri yang salah (ingkar). Bahkan bukan hanya istrinya saja, tetapi anak – anaknya juga kafir dan ingkar terhadap seruan fitrah islam. Potret ini akan kita temui pada sosok keluarga Nabi Nuh dan Nabi Luth. Bagaimana istri dan putranya Kan’an telah dijak masuk ke dalam kapal tapi menolak dengan alasan akan selamat di puncak gunung yang akhirnya tenggelam juga bersama kekafiran mereka. Pun istri Nabi Luth yang mengumpankan tamu – tamunya (malaikat) kepada masyarakat Homo di lingkungannya.
c. Potret istri yang sholehah dan suami yang salah (ingkar). Ingatlah akan kisah Nabi Musa as. Akan kita temui potret Fir’aun yang ingkar beristrikan Aisiyah yang dalam do’anya kepada Allah meminta dibuatkan rumah di Syurga. Dialah Aisiyah ibunda angkat Nabi Musa as, yang menarik keranjang bayi dari sungai Nil dan memohon kepada Fir’aun agar bayi laki – laki ini tidak dibunuh. Potret keluarga seperti ini banyak kita temui dewasa ini disekitar kita. Istri yang taat, beribadahnya bagus bahkan berjilbab lebar tapi bersuamikan lelaki yang muslim tapi malas sholat, bahkan kadang berjudi atau minum minuman keras.
d. Potret keluarga single parents. Keluarga yang hanya diisi oleh istri saja. Potret ini diwakili oleh Maryam ibunda Nabi Isa. Hal ini diakibatkan oleh ketentuan Allah, entah karena mukjizat seperti Maryam atau karena ditinggal mati suaminya. Dan sekali lagi bukan karena si wanita ini doyan berzina dengan satu atau banyak lelaki, kemudian tidak ada lelaki yang mau bertanggungjawab sebagai ayah si bayi kemudian ia membesarkan anaknya sendiri seperti para artis – artis mesum itu. Namun fenomena ini sekarang menyebar ke masyarakat umum akibat wabah pergaulan bebas muda – mudi dan remaja.
e. Potret keluarga ideal, keluarga sakinah, keluarga dakwah. Potret ini ada pada diri suri tauladan kita yang terbaik yaitu Rosulullah dengan Khadijah. Sang suami sholeh, sang istri juga sholeh. Saling mengisi dalam kebahagiaan dan penderitaan kehidupan dakwah Islam.
Nah, jika ingin keluarga kita sakinah maka ambilah potret keluarga yang kelima yaitu keluarga Rosulullah sebagai contoh untuk diikuti.
2. Kulangkahkan kaki ini dengan basmallah
Prosedurnya adalah langkah pertama kita harus dengan Bismillah… karena nikah itu kan ibadah, dan amalan ibadah hanya akan diterima jika niatan kita untuk menggapai ridlo Allah.
Konsekuensinya adalah kita harus memilih pasangan kita yang bagus agamanya sebagai prioritas. Ya kalo ternyata sudah sholeh trus cantik/ganteng, trus kaya, trus pejabat terhormat de el el, maka anggap itu hanya ekses saja (dalam hati syukurnya setengah mati . . .)
Sehingga ketika pasangan kita sudah mulai keriput tidak indah lagi ya gak papa wong masih sholeh/ah. Trus andai pasangan kita sekarang jadi miskin yo gak papa yang penting masih sholeh/ah. Atau ternyata ketika pasangan kita sudah jadi orang biasa ya juga ngak perlu risau wong dia masih sholeh/ah, gitu …
3. Kupinang engkau dengan hamdallah
Tafsiran kupinang engkau dengan hamdalah adalah kita harus siap dengan kekurangan dan kelebihan pasangan kita masing – masing. Ya kalo pas ta’aruf belum tahu kalo tidurnya ngorok (sekalian ngiler) trus nanti kalo dah seranjang seperti tidur dengan kereta ya harus ikhlas. Atau dulu pas belum nikah sering bikin tulisan atawa acara romantis (yang ternyata EO nya temenya sendiri) trus habis akad ternyata kaku dan jutek maka juga harus ikhlas. Intinya apapun kekurangan pasangan kita kita harus sabar.
Ingat, kisah seorang istri yang cantik dan masih mdua bersuamikan lelaki yang jelek, ketus, kasar dan tua. Si istri selalu berkata dalam hatinya bahwa pernikahannya dengan lelaki itu adalah tiketnya masuk syurga. Hal ini atas kesabaran yang di lakukan. Bayangin aja gimana gak sabar, punya suami jelek, kasar, ketus… tua lagi. Nah begitupun sang suami. Pernikahannya itu dia jadikan pula sebagai tiket masuk syurga. Hal ini karena kesyukuran yang selalu dia panjatkan. Bagaimana gak syukur, punya istri muda, cantik, sholeh, nrimo lagi. Nah ternyata KESABARAN dan KESYUKURAN dalam kisah tadilah implikasi dari hamdallah itu …
Kemudian konsekuensi dari hamdalah itu juga adalah kita tidak boleh mengharapkan balasan atas apa yang kita kerjakan. Jangan sekali kali sang suami mengatakan saya sudah capek banting tulang, peras keringat cari nafkah untuk istrinya trus pulang kerja kok gak dibikinin kopi. Atau sang istri pun mengatakan sudah capek nyuci, masak dan ngurusin anak kayak pembantu masak minta baju baru buat lebaran saja gak dikasih sich. So, janganlah apa yang telah kita lakukan kita ungkit – ungkit pas kita meminta sesuatu. Cobalah memusyawarahkan segala keperluan rumah tangga dengan baik tanpa mengungkit – ungkit pemberian. Bisa kan !!
4. Kusahkan ikatan ini dengan Akad Nikah
Ingat, sahnya akad nikah jika semua rukun nikahnya terpenuhi. Apa saja? Mempelai pria, mempelai wanita, wali, mahar, saksi dan ijab qobul.
Tentunya kalo salah satu rukun itu gak ada pasti gak sah. Nah, yang sering terjadi adalah permasalahan pada wali. Karena kedua mempelai sudah kadung cinta katanya, tetapi ayah si wanita gak setuju maka jadilah istilah kawin lari (pake wali hakim). Hati – hati, jika ayahnya muslim, waras, dan masih hidup jangan coba – coba untuk memakai wali hakim saat beliau gak setuju dengan pernikahan kita. Implikasinya adalah nikah kita tidak sah yang artinya kita berzina seumur hidup, iiih ngeriii…
Kemudian jangan kesampingkan pencatatan di KUA. Nikah sirri memang sah secara agama tapi banyak kejadian keluarga akan kesulitan untuk mengurus hal administratif di kelurahan atau sekolah. Nah yang paling banyak dirugikan adalah pihak mempelai wanita dan anak – anak tentunya. Jangan sampai pas mendaftar sekolah, trus dimintai akte kelahiran kita jadi kelabakan. Karena untuk membuat akte kelahiran harus menyertakan fotokopi surat nikah. Tanpa surat nikah maka pada akte akan tertulis anak lahir di luar nikah, tanpa nama ayah disana.
5. Kulalui hari – hari pernikahan dengan laa haula wala quwwata ila billah
Bukalah mushofmu dan bacalah 2 ayat terakhir surat Al Baqoroh. Bahwasanya kita tidak akan dibebani dengan sesuatu yang kita tidak mampu. Jadi sepahit apapun derita yang saat ini kita lalui, maka Allah telah tetapkan bahwa kita pasti mampu untuk melaluinya. Maka ketika musibah datang kepada kita, maka kesabaranlah yang akan menjadi perisai kita untuk melaluinya. Jika ingin berkeluh kesah, maka bukan kepada teman, sahabat, orang tua, tetangga atau manusia manapun. Tapi kepada Allahlah engkau utarakan semuanya, curhatlah engkau pada-Nya. Tahajudlah …
Kemudian jika kebahagian, kemakmuran atau kegembiraan yang datang kepada kita. Maka ingatlah bahwa tanpa ijin dari Allah kita tidak akan dapat mendapatkannya. Sehingga tidak akan terlintas sedikitpun dalam dada kita ketakaburan, kesombongan dan ujub atas kesuksesan yang kita raih. Karena pada dasarnya kita hanya berusaha, dan Allah yang mengijabah do’a kita. Kita tak ada apa – apanya tanpa kehendak-Nya.
Sehingga disinilah nada kepasrahan kita dengungkan. Tiang tawakal kita tancapkan. Keikhlasan atas segala keputusan-Nya adalah pondasi atas apapun yang akan menimpa biduk rumah tangga kita kelak. Maka selalu ingatlah, tiada daya upaya tanpa ridlo dari Yang Maha Kuasa . . .
6. Kubimbing keluargaku dengan laa ilaa ha illallah
Ada tugas yang harus dipikul tiap keluarga. Suami adalah pemimpin bagi keluarganya, maka dia akan diminta pertangungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Istri adalah pemimpin bagi rumah tangganya, maka tiap jiwa akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Maka ajarkanlah keluargamu mengenal Allah. Bimbinglah mereka kepada fitrah manusia yaitu fitrah Islam.
Jika anak – anakmu lahir kelak. Hal pertama yang harus kau ajarkan adalah mengenal Allah. Yaa.. Ma’rifatullah. Bahwasanya tiada tuhan melainkan Allah. Dialah Dzat yang pantas untuk di sembah. Kepada-Nyalah bergantung segala sesuatu. Sehingga anak – anak kita kelak tidak akan takut dengan manusia – penguasa yang dzolim misalnya. Tidak akan terseret pada arus duniawi, kebebasan yang tanpa batas yang merusak dan fitnah – fitnah dunia lainnya.
Selanjutnya, jadikanlah keluargamu itu majelis ilmu. Utamakan ilmu agama terlebih dahulu baru ilmu dunia. Agar kita tidak menjadi orang pinter yang keblinger. Agar kita cerdas membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.
InsyaAllah keluarga ini sakinah dan kelak akan masuk Jannah
Nah, jika keenam langkah itu kita lakukan. Maka dengan keijinan-Nya keluarga kita akan sakinah. Dan jika keluarga kita sakinah maka insyaAllah syurga adalah pelabuhan terakhir.
01 Maret 2008
6 langkah menuju keluarga sakinah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
wah persaingan dunia automotif makin kenceng aja yah, makin membuat konsumen mempunyai banyak pilihan yang terbaik.
salam sukses deh gan dari kami Toyota Surabaya
Posting Komentar